Change Background of This Blog!


Selasa, 21 Februari 2012

Mimpi Kosong , Mimpi Isi ?

MIMPI , kata orang istilah kerennya jadi VISI. Memang tak sama persis , tapi biarlah disamakan untuk simplifikasi. Tak hanya perusahaan yang berhak punya visi orang per orang pun hendaknya punya visi. Bukan untuk hebat-hebatan, melainkan agar lebih jelas tujuan mengarah.
Kalau ingat kelebat waktu , rasanya begitu laju umur ini tergerus. Baru sebentar menatap kemuka, sebentar melirik kebelakang, telah begitu panjang garis masa lalu tertinggalkan, Kesempatan yang cuma sejengkal ini tak pelak mesti ditakar betul penggunaannya, tak boleh banyak remah berceceran akibat tak jelas ke mana arah melangkah.
Kalau diumpamakan perjalanan, visi itu mirip dengan tujuan, bisa Ciroyom, bisa Cikalong. Bikinlah visi yang muluk, kata penceramah motivasi. Alasannya , visi ini kan idem dengan impian, sedang punya mimpi jelas gratis dan bebas pajak. Artinya , mau bikin mimpi besar kecil sama-sama gratis alias tak bayar.
Kalau punya mimpi setinggi bintang, pun tak tercapai, setidaknya masih nyangsang di puncak gunung. Tapi , kalau mimpinya cuma setinggi pohon kelapa, kalau tak kesampaian , akhirnya cuma nyungsep di semak - semak.
Kenapa begitu ? Karena umumnya , orang tidak akan menggapai sesuatu melebihi semesta impiannya.
Mimpi sudah digantung , terus ? Jelas mesti ada lanjutannya. Itulah alasan visi pati di ikuti oleh misi.
Sehabis tujuan ditetapkan, cara mencapai tujuan mesti segera dirancang. Ini yang kemudian jadi misi. Misi sifatnya praktis. Seseorang mesti jadi apa supaya bisa menggapai mimpi yang sudah digantung.
Cuma, kalau mimpi tinggi kan susah dan rumit menggapainya ? no problem !
Kata berita koran, Bill Gates juga tak pernah tau persis cara mewujudkan mimpi jadi raja software selepas DO kuliah. Yang dipunyainya cuma mimpi kalau di masa depan, setiap PC bakal memakai program buatannya dan dia setia dengan impiannya itu.
Begitu pula dengan misi pribadi. Setelah menetapkan tujuan , maka diperlukan kesetiaan. Misi perlu terus dijalankan sambil terus ditajamkan. Sebagian perlu ditambah , sebagaimana yang perlu dibuang.
Biar sekarang belum tahu cara sampai tujuan , asal tetap setia, secara ajaib akan ada bantuan dari Tangan Tak Terlihat yang menuntun dan menempatkan kita pada tempat , waktu , atau kesempatan yang pas.
Cuma itu yang jadi pembeda pemimpi kosong dengan pemimpi isi.


*dikutip dari buku karya Syafril Hernendi*

Sharing is caring

Tidak ada komentar:

Posting Komentar